RSS

3 LOVE

30 Jul

Title               :  3 LOVE

Author          :  HikariWorld — @Cii94_Ariska

Genre           :  Sad, Friendship, Tragedi

Main Cast     :  EXO-M Wu Fan – SNSD Jessica Jung – SNSD Seo Joo Hyun

Other Cast   :  • SNSD Kim Taeyon
• SHINee Choi Min Ho

Length           :  Double Oneshot

Rating            :  PG-13

Disclamer   : cerita ini murni dari imajinasi author. DON’T PLAGIATERs 😉

Note   : FF ini sudah pernah di publikasikan untuk sebuah perlombaan.

3 LOVE

­__Kris Pov__

Pagi ini seperti biasa aku pergi ke kampus dan saat ini seorang yeoja cantik, anggun dan juga sangat lembut duduk manis disampingku. Seo Joo Hyun, lebih sering dipanggil dengan nama Seohyun. Semejak SMA banyak rumor yang beredar bahwa kami adalah sepasang kekasih, karena kedekatan kami. Tidak salah, karena aku selalu menghabiskan waktuku dengannya. Sangat baik jika dia benar-benar menjadi kekasihku tapi kenyataannya ia hanyalah sahabat baikku. Orangtua kami berhubungan baik karena sebuah bisnis yang mereka jalankan.

“kau sudah menyelesaikan tugas kemarin?” tanya Seohyun dengan nada yang lembutnya.

Sejenak aku hanya menatapnya setelah itu tanpa menjawab aku langsung mengeluarkan tugasku.

“bagaimana denganmu? Semalam aku menguhubungimu. Apa kau tidur cepat?”

“ani, aku hanya tidak mendengar suara ponselku. Kris, nanti kau jadi menemaniku ke toko buku bukan?”

Aku hanya mengangguk mantap, sangat senang rasanya jika melakukan hal apapun bila itu bersamanya.

——

__SeoHyun Pov__

Sore ini selesai jam kuliah, aku langsung menuju toko buku bersama Kris. Terkadangan aku berfikir betapa dinginnya namja tinggi yang kini berdiri tepat disampingku. Aku mengenalnya semejak kami SMA karena hubungan baik orang tua kami.

Walaupun Kris adalah teman baikku bahkan juga sahabatku, tapi terkadang ia terlalu misterius untukku. Wu Fan, ya itulah nama aslinya. Namja berdarah China-Canada ini adalah sahabat ku yang sangat dingin. Orang akan menganggapnya sombong jika tak mengenalnya dengan baik.

“apa nanti malam apa kau sibuk? Datanglah ke rumahku jika kau punya waktu”

Kris hanya mengangguk dengan gaya coolnya. Ahh.. terkadang aku sangat geram dengan sifatnya yang seperti itu.

“Seohyun-ah”

Aku hanya ber’huh’ saat Kris memanggilku, saat itu kami sedang diperjalanan menuju pulang.

“kau lapar? Apa kita tidak makan dulu?”

Aku tersenyum kecil, aku pikir Kris akan mengatakan sesuatu hal yang sangat penting karena melihat ekspresi wajahnya yang begitu serius..

“aniya, kita langsung pulang saja”

——

__Kris Pov__

Malam itu seperti janjiku pada Seohyun, aku mendatangi rumah Seohyun, walaupun sebenarnya aku sangat penasaran mengapa tiba-tiba Seohyun menyuruhku datanga ke rumahnya pada malam hari. Saat tiba di rumah Seohyun tak lama pintu terbuka setelah aku menekan bel rumahnya. Seohyun tersenyum manis ke arahku saat membuka pintu dan ia langsung menyuruhku untuk masuk.

“tunggu sebentar, aku akan ambilkan minuman” ucap Seohyun dan langsung berlalu setelah menyuruh ku menunggu di ruang tamu.

Aku menunggu Seohyun kembali untuk mengambil minuman. Namun saat aku sedang focus dengan ponselku, aku melihat sebuah kaki berdiri didepanku. Aku pun langsung melirik kearah orang itu yang ternyata adalah seorang yeoja, tinggi dan juga sangat cantik.

Aku terpana melihat yeoja yang kini berdiri dan tersenyum dihadapanku membuatku ikut berdiri.

“oh? Kau sudah datang?”

Aku melirik Seohyun yang baru saja kembali dari dapur. Aku tidak mengerti dengan maksud Seohyun sekarang dan yeoja yang kini berada dihadapanku.

“kris-ssi, kenalkan ini Jessica. Jessica teman kecilku yang baru kembali dari San Fracisco dan ia akan masuk universitas kita”

Aku melihat Seohyun yang sepertinya sangat senang. Kemudian aku memberi salam pada Jessica.

“Wu Fan, ani.. Kris imnida”

“Jessica imnida, kau juga bisa memanggilku Sica saja jika kau mau” ujar Sica dengan ramah dan senyum yang mengembang diwajahnya terlihat sangat cantik dan entah mengapa membuat jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Aku tak tahu apa yang aku rasakan saat ini.

“kita akan menjadi teman baik” ujar Seohyun senang.

***

__Jessica Pov__

Hari ini adalah hari pertama aku mulai masuk di Seoul University yang sama dengan Seohyun dan Kris. Namun mereka berbeda jurusan denganku. Hari masih sangat pagi dan kebetulan pagi ini aku belum memiliki kelas. Aku pun memutuskan untuk duduk santai di sebuah taman kampus sembari membaca sebuah buku.

“Sica-ssi” tiba-tiba aku mendengar suara Seouhyun yang memanggilku, aku mengarahkan perhatianku kearah suara dan melihat Seohyun sedang tersenyum padaku. “bagaimana? Universitas?” tanya Seohyun saat kini sudah ikut duduk disampingku.

“aku suka universitas ini, sangat bagus”

Beberapa saat aku dan Seohyun duduk berdua sambil bercanda ria, aku merasa sudah sangat lama hal seperti ini tidak terjadi semejak aku pindah ke San Facisco.

“Sica-ssi aku ada kelas” ujar Seohyun melirik ke arah jam tangannya. “Sampai jumpa saat makan siang” ujar Seohyun sebelum berlalu.

Aku hanya tersenyum sekilas sembari memandang Seohyun yang sudah berlalu. Aku terus saja memandang Seohyun hingga ia tak tampak lagi. Seohyun masih seperti dulu, lemah lembut dan juga ramah. Sekilas aku tersenyum kecil mengingat dirinya, namun entah mengapa tiba-tiba saja sosok wajah Kris terlitas di pikiranku. Dengan cepat aku langsung membuyarkan bayangan itu.

Sejak semalam aku bertemu dengannya, hatiku merasa sangat penasaran dengan dirinya. Kris tidak banyak berbicara, ia hanya terkadang tersenyum dengan pembicaraanku dan Seohyun. Ahh.. aku tidak ingin berfikir aneh pada Kris.

Tanpa kusadari ternyata hari sudah siang, sudah waktunya untuk makan siang. Seohyun  mengajakku makan siang di sebuah restaurant favoritenya. Seohyun mencoba mengenalkan beberapa tempat di Seoul padaku, tentu saja aku masih sangat awam dengan daerah kota Seoul.

Seohyun tidaklah sendiri, ia juga mengajak Kris. Aku sedikit canggung saat berhadapan lagi dengan namja tinggi ini namun aku berusaha mencoba biasa saja.

“aku ke toilet sebentar..” ujar Seohyun dan langsung berlalu meninggalkan diriku berdua dengan Kris.

Kami hanya saling diam, tak ada yang memulai pembicaraan. Sekilas aku melirik kearah Kris yang sedang mengotak atik ponselnya. Namja ini sepertinya sangat dingin, bahkan ia tak melirik kearah ku sama sekali.

Aku sedikit terkejut saat tangan kami saling menyatu, saat itu aku ingin melihat menu makanan dan ternyata Kris juga ingin melihatnya. Aku mengalah, mempersilakan Kris untuk  mengambil menu makanan itu, tapi ia juga mengalah menyuruh untuk melihat duluan.

——

__Author Pov__

“ladies first” ujar Kris dingin menyodorkan menu makanan itu pada Jessica.

Walaupun awalnya mereka sama-sama canggung tapi suasana itu langsung berubah saat Seohyun kembali dari toilet.

“kau ingin memesan apa?” tanya Seohyun lembut pada Sica.

Sica hanya menggeleng tidak tahu apa yang ingi ia pesan karena Sica tidak mengerti tulisan di menu itu, ia masih belum terlalu mahir dalam tulisan hangul.

“aku sama denganmu saja” ucap Sica akhirnya.

“kalian tunggu sebentar, aku saja yang memesannya..”ujar Kris yang sepertinya sudah tahu apa yang akan seohyun inginkan.

“apa ia tahu apa yang ingin kau pesan?” tanya Sica bingung.

Seohyun hanya mengangguk dan tersenyum kecil menatap tubuh tinggi Kris dari kejauhan.

***

“hari ini aku tidak banyak melihat Kris, selesai pelajaran ia langsung keluar. Kemana ia pergi?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri di kamarnya.

Karena merasa penasaran dengan sikap Kris yang tidak seperti biasanya, Seohyun pun mencoba menghubungi Kris namun ternyata Kris juga tidak bisa dihubunginya. Entah kenapa tiba-tiba saja Seohyun menjadi khawatir kepada Kris, dengan risaunya ia mengambil switternya dan keluar dari rumahnya.

#

Malam ini kota Seoul sangat dingin, angin malam menembus hingga ke tulang siapa saja yang sedang berada di luar. Seperti Jessica yang saat ini sedang berada di sebuah tempat yang sangat indah yaitu Sungai Han. Dengan lampu kota yang terlihat indah dari kejauhan.

“sebaiknya aku pulang saja, udaranya sangat dingin..” gumam Jessica sembari beranjak dari tempatnya.

Walaupun masih ingin mengunjungi tempat lain di kota Seoul pada malam hari, namun dengan kecewanya Jessica harus pulang karena ia juga tidak tahu jalan di kota Seoul kecuali dari rumahnya ke universitas dan ke Sungai Han.

Seperti sangat kecewa hingga lampu stop jalan pun terasa sangat lama untuk pejalan kaki. Dengan setumpuk kesabaran Jessica terus saja menatap warna lampu stop hingga berwarna hijau.

Namun tiba-tiba saja saat seseorang berjalan dan sepertinya tidak sengaja menabrak Jessica hingga Jessica terdorong dari atas trotoar hingga terdorong kearah jalan. Jessica menutup matanya takut saat melihat sebuah mobil melaju kearahnya.

“ANDWE!!” teriak Jessica takut.

Seperti super hero yang datang saat dibutuhkan, seorang namja langsung menolong Jessica, menariknya hingga jatuh dalam pelukannya. Sempat beberapa orang ikut terkejut saat melihat Jessica yang hampir tertabrak mobil namun mereka juga merasa lega saat ada seseorang yang berhasil menolong Jessica dari tabrakan mobil itu.

‘dimana aku? Apa aku sudah berada di surga?’ ucap batin Sica yang sepertinya sangat shock.

“gwenchana?” selidik namja itu khawatir yang ternyata adalah Kris.

Kris mengoncangkan tubuh Jessica pelan masih dalam pelukannya agar Jessica sadar. Dan tak lama perlahan Jessica membuka matanya, ia sangat terkejut saat melihat Kris yang juga sedang menatapnya khawatir.

“gwenchanayo?” tanya Kris lagi.

#

“Kris tidak ada dirumah” kata seorang adjumma melalui bel suara di depan pagar rumah Kris.

Karena Kris tidak ada di rumahnya, Seohyun pun memutuskan untuk kembali pulang. Berbagai pikiran bersarang di kepalanya mengenai Kris.

“kau kemana?” gumam Seohyun khawatir. “tidak seperti biasa dia seperti ini”

Dengan langkah sedikit gusar Seohyun meninggalkan rumah Kris, sebelum itu ia mencoba kembali menghubungi Kris namun seperti saat tadi Kris juga tidak bisa dihubungi.

#

__Kris Pov__

“gomawo” ucap Sica pelan padaku, saat ini kami sudah berada di sebuah taman yang tak jauh dari tempat tadi.

Aku terus melihat dirinya yang tampak masih takut, itu terlihat dari tubuhnya yang bergetar.

“apa kau yakin baik-baik saja?” tanyaku khawatir. Aku sudah mengajaknya ke Rumah Sakit namun Jessics menolak ajakanku.

Jessica hanya mengangguk lemah meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja. Namun tetap saja aku tidak yakin karena wajahnya terlihat sangat pucat sekali. Suasana di antara kami sangat canggung di dukung dengan keheningan taman yang saat ini kami singgahi dan membuatku semakin bingung apa yang harus aku lakukan.

“kalau begitu aku pulang dulu” pamit Jessica tiba-tiba dan langsuung bangkit dari bangku taman meninggalkanku.

“biar aku mengantarmu” tawarku pelan.

“tidak, terima kasih aku baik-baik saja”

Jessica langsung meninggalkanku sendiri, namun aku tak pergi begitu saja. Entah mengapa perasaan ku sangat khawatir dengan yeoja ini. Perlahan aku mengikuti Jessica dari belakang, sepertinya ia tidak sadar bahwa aku mengikutinya.

Sejenak entah mengapa bayangan Seohyun seperti ada di dalam sosok Jessica. Ada apa ini? Apa yang sedang ku pikirkan. Kenapa sosok Seohyun tiba-tiba saja muncul saat hatiku bergetar pada teman kecilnya yaitu Jessica.

Langkahku terhenti saat ternyata aku sudah mengikuti Jessica hingga ke rumahnya, aku melihat Jessica langsung masuk ke dalam rumahnya. Sejenak aku renungkan apa yang sedang berbalut di pikiranku. Sebuah perasaan yang tak bisa ku tebak. Aku pikir aku menyukai Jessica saat pertama kali aku melihatnya. Tapi? Kenapa aku seperti tidak rela melepaskan Seohyun. Ada apa denganku? Kenapa pikiran menjadi serba salah seperti ini?

***

“apa kau baik-baik saja?” tanya Seohyun saat jam kuliah kami baru saja selesai.

Aku mengerutkan keningku tidak mengerti dengan pertanyaannya. “maksudmu?”

Seohyun menghela nafas pelan. “kemarin kenapa kau langsuung pulang? Aku menghubungimu namun ponsel mu tidak bisa di hubungi dan…aku juga kerumah mu tapi kau tidak ada”

“ne?” sontak ku terkejut mendengar pernyataan barusan. “apa kau perlu sesuatu hingga mencariku seperti itu?”

Seohyun hanya menggeleng pelan tak menjawab, ia membereskan buku-bukunya memasukkannya ke dalam tas. Aku terus menunggu jawaban dari Seohyun, mengapa ia mencariku hingga ke rumah? Biasanya ia hanya akan menemuiku saat di kampus saja.

“aku mengkhawatirkan mu, aku kira terjadi sesuatu padamu” ujar Seohyun pelan tanpa menatapku dan setelah itu langsung meninggalkan ku yang kini tinggal seorang diri di ruangan kampusku.

Kenapa? Kenapa Seohyun seperti itu? Pikiranku bercampur, aku tidak tahu apa yang harus aku katakana bahkan aku tidak menahannya saat ia pergi. Aku duduk kembali di bangku ku mencoba menyerapi apa yang sedang terjadi saat ini. Suasana yang tidak seperti biasanya, mengapa Seohyun begitu canggung saat ia mengatakan ia mengkhawatirkanku? Bukankah itu biasa saja.

#

__Jessica Pov__

“tidak, tidak.. aku tidak boleh memikirkannya” ucapku meyakinkan diriku.

Sedari tadi di pikiranku hanya ada Kris, Kris dan Kris. Aku tidak boleh mempunyai perasaan apapun padanya.

Tiba-tiba saja seseorang memukul pundakku dari belakang hingga membuatku tersentak terkejut. Aku memalingkan wajahku ke belakang dan melihat Seohyun yang lagi-lagi sedang tersenyum kearahku.

“Seo..Seohyun-ah” ucapku sedikit gugup.

“waeyo?” tanya Seohyun yang seperti bingung dengan kegugupanku.

Aku hanya menggeleng dan membentuk sebuah senyuman di wajahku. “ani”

“Kris mengajakku menonton sebuah Festival Buadaya Jepang, ia juga mengajakmu. Kau bisa ikut, bukant?”

Mataku membulat saat Seohyun mengatakan nama ‘Kris’ ahh.. ingin sekali aku menolak ajakan Seohyun, tidak sebenarnya ini ajakan Kris melalui Seohyun namun karena Seohyun yang memintaku aku tidak bisa menolaknya.

#

Festival Kebudayaan Jepang

Aku sangat canggung berada di tengah-tengah mereka, aku melirik ke sebelah kiri tanganku, melihat Seohyun yang tersenyum lembut sedang memperhatikan beragam pernak pernik Jepang dan di sebelah kanan tanganku aku melihat namja tinggi yang tak lain adalah Kris. Aku terus memperhatikannya tapi saat ia kembali menatap kearah ku dengan cepat aku membuang pandanganku darinya.

Apa ini Kris? Kenapa kau mengajakku? Bukankah sudah jelas kau menyukai Seohyun lalu kenapa kau membiarkan ku untuk ikut dalam kencan kalian ini. Tiba-tiba saja hati ku perih entah mengapa, sepertinya aku telah benar-benar menyukai namja tinggi ini. Mataku memanas namun dengan cepat aku menguatkan diriku agar cairan dari kelopak mataku tidak membasahi pipiku.

—-

FlashBack

__Jessica Pov__

Dari seberang lapangan aku melihat Seohyun sedang berjalan di koridor seorang diri, hari sudah hampir sore kampus juga tampak sudah sepi. Aku berjalan melewati lapangan hendak menghampiri Seohyun, namun langkahku terhenti saat suara Kris memanggil Seohyun dengan cepat aku sedikit bersembunyi di balik pepohonan yang berada tak jauh di dekatku. Aku tak ingin bertemu dengan Kris, itu membuat hatiku menjadi kacau maka dari itu aku memilih bersembunyi.

“waeyo?” tanya Kris pada Seohyun. Dari balik pohon aku melihat sepertinya Seohyun sedang bersedih, ada apa dengan dirinya?

“kenapa sikap mu sangat aneh?” tanya Kris lagi tapi Seohyun tetap diam masih menunduk.

Aku terus saja mendengar pembicaraan mereka, awalnya aku ingin pergi tak ingin menguping pembicaraan Seohyun dan Kris namun langkah ku terhenti saat aku melihat Kris memeluk Seohyun. Aku bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Ya, mereka saling menyukai. Itu terlihat jelas dari raut wajah mereka.

“maaf, telah membuat mu khawatir seperti itu”

Tiba-tiba saja tubuhku menjadi dingin, pikiran ku berputar entah kemana.apa yang kau rasakan Sica-ssi? Tidak, ini bukanlah cinta bertepuk sebelah tangan. Kau baru saja mengenal Kris dan kau juga baru bertemu kembali dengan Seohyun.

Aku terus menguatkan diriku agar tidak memikirkan hal yang membuat hatiku sakit, namun usaha itu tidak berhasil. Aku jatuh cinta pada Kris saat pandangan pertama. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa berada di tengah-tengah mereka.

FlashBack END

__Author Pov__

Seohyun, Jessica dan Kris masih berjalan-jalan melihat-lihat kebudayaan Jepang. Seohyun tampak sangat senang saat Kris berhasil mengikuti sebuah kuis yang hadiahnya adalah sebuah boneka beruang kesukaan Seohyun. Kris berhasil menjawab pertanyaan mengenai kebudayaan jepang itu dan juga hadiah boneka itu langsung di berikan pada Seohyun. Jessica yang juga berada di situ hanya tersenyum hambar melihat kebahagiaan Seohyun dan Kris.

Kris melihat Sica tidak enak lalu ia pun mengikuti perlombaan kuis itu lagi, beberapa kali Kris tidak berhasil menjawab pertanyaan itu lagi. Namun setelah melewati 5 pertanyaan yang membingungkan akhirnya Kris berhasil menjawabnya dan kini hadiahnya hanya sebuah gelang yang juga terlihat sangat cantik.

Lagi-lagi Jessica hanya tersenyum hambar saat Kris mendapatkan hadiah lagi, dengan perasaan kosong ia memalingkan wajahnya melihat ke arah lain, ia tidak ingin melihat Seohyun dan Kris mengubar kemesraan dihadapnya.

Jessica tersontak kaget tiba-tiba saja Kris memegang tangannya dan mencoba memakaikan gelang itu padanya. Jessica menatap Seohyun terkejut, namun Seohyun hanya menggangguk dan tersenyum mengiakan agar Jessica menerima gelang itu.

***

__Seohyun Pov__

Hari ini adalah hari libur, matahari baru saja menampakkan wujudnya hingga cahayanya masuk ke kamar ku yang telah ku buka lebar. Aku kembali duduk di ranjangku dan melirik boneka beruang besar yang aku taruh rapi di samping ku. Aku meraih boneka itu dan memeluknya senang. Bayangan Kris langsung saja tergambar saat aku memeluk boneka beruang ini.

Aku menerjapkan mataku menyadari diriku yang sudah terbawa dalam khayalanku. Apa Kris juga menyukaiku? Entah kenapa saat aku membayangkan Kris seulas senyuman langsung mengembang di wajahku. Ada apa ini? Apa kami mempunyai perasaan yang sama? Sudah 3 tahun lamanya aku menyukainya diam-diam, akhirnya baru kali ini Kris menujukkan sisi perhatiannya padaku, aku belum pernah melihatnya seperti ini terhadapku sebelumnya.

Ahh.. aku tidak ingin terbawa dalam khayalan yang entah benar atau tidak, aku pun berjalan kearah pintu kamarku, namun saat aku hendak meraih gagang pintu tiba-tiba saja kepalaku menjadi sangat berat dan sakit. Aku memegang kepalaku yang rasanya sangat sakit ini, pandanganku hitam aku tidak dapat melihat sekelilingku lagi. Ingin sekali aku berteriak memanggil eomma namun suaraku seperti tercekat di tenggorokan ku.

‘Eomma kepalaku sangat sakit’ ingin sekali aku mengatakan itu tapi aku tiba bisa, sakit ini benar-benar seperti ingin membunuhku. Tubuhku melemah hingga badanku tersungkur jatuh ke lantai. Aku menatap langit-langit kamarku dengan samar-samar hingga aku tidak menyadarkan diri lagi.

“Seohyun-ah.. Seohyun-ah…”

Aku mendengar suara eomma yang sedang memanggil-manggilku menggoncangkan sedikit tubuhku. Perlahan aku membuka mataku dan pandanganku langsung tertuju pada eomma yang sedang menatapku khawatir.

“gwenchana?” tanya eomma lagi dengan panik.

Aku masih tidak tahu apa yang sudah terjadi padaku, kenapa aku berada di tempat tidur lagi dan… kepala ku terasa pusing. Aku mencoba duduk namun kepalaku sangat berat hingga membuatku tidak sanggup untuk bangkit.

“lebih baik kita ke dokter saja” ujar appa yang juga sepertinya sangat khawatir padaku.

“apa yang terjadi eomma.. appa?” tanyaku bingung tidak mengerti apa yang sudah terjadi.

“kau tergeletak di lantai tak sadarkan diri, eomma sangat khawatir. Sebaiknya kita ke Rumah Sakit saja” ajak eomma lagi, tapi aku menggeleng tidak setuju. Aku merasa diriku baik-baik saja.

“mungkin aku hanya kelelahan eomma..appa, tidak perlu ke rumah sakit” kataku mencoba tersenyum meyakinkan eomma dan appa bahwa diriku baik-baik saja.

#

__Kris Pov__

Hari sudah pagi tapi aku masih berbaring di kasurku, sangat malas rasanya untuk bangkit dari tempat ini. Aku merasa sedikit jenuh, ingin sekali liburan ini aku habiskan dengan bersenang-senang bersama Seohyun. Huh? Seohyun? Kenapa tiba-tiba aku ingin bersamanya, tapi? Kenapa tiba-tiba aku juga teringat kepada Jessica. Aiisshh… apa ini, aku tidak mengerti sama sekali dengan pikiranku.

Sebenarnya siapa yang aku sukai? Seohyun atau Jessica? Aisshh.. otak ku berputar keras memikirkan hal ini, bahkan aku tidak bisa memilih di antara mereka. Mengapa aku menjadi serakah seperti ini? Aku menyukai keduanya. Ya, aku menyukai mereka. Aiissshh ANDWE.. aku tidak boleh seperti ini.

Aku benar-benar bingung dengan pikiranku, aku menenggelamkan wajahku di bawah bantal namun bayangan Seohyun dan Jessica masih saja menghantui pikiranku. Aku tidak tahan harus menghadapi pilihan yang sulit seperti ini. Aku harus meyakinkan diriku sendiri.

***

__Auhtor Pov__

“maaf aku terlambat..” ucap Seohyun yang baru saja tiba di tempat janjinya dengan Kris. “Jessica belum datang?”

“molla.. apa kau sudah mengajakknya?”

Seohyun hanya mengangguk mantap dan langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Jessica tapi tak lama kemudian Jessica muncul. Ia tersenyum kecut melihat Seohyun dan Kris yang sudah berdiri bersampingan.

‘kenapa kalian selalu membuatku menjadi seperti orang bodoh untuk melihat kemesraan kalian’ batin Jessica kesal sambil berjalan mendekati Seohyun.

Kris hanya tersenyum kearah Jessica membuat Jessica membuang pandangannya dari Kris, spontan itu membuat Kris bingung dengan sifat Jessica.

“baiklah, khaja..” ajak Kris tak ingin membuang-buang waktu. Ia langsung mengajak Jessica dan Seohyun untuk naik kereta gantung di daerah Namsam Tower.

Hingga sampai di dalam kereta gantung Jessica tak banyak berbicara, ia hanya berbicara pada Seohyun dan sama sekali tidak berbicara pada Kris membuat Kris sedikit gerah dengan suasana seperti ini.

“Kris, lihatlah..” ucap Seohyun menunjukkan pemandangan yang sangat indah di hadapanya.

Tak ingin mengganggu mereka, Jessica pun berpindah tempat sedikit jauh dari mereka, namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat seseorang menarik tangannya dan orang itu ternyata adalah Kris. Jessica menatap bingung saat Kris menahannya seolah-olah mengatakan ‘tetaplah disini’ tentu saja Seohyun tidak melihat kejadian itu, pandangan Seohyun masih terfokus pada pemandangan indah di depannya.

Dengan langkah yang sedikit ragu Jessica akhirnya ikut berdiri di samping Kris dan Seohyun. Ia sama sekali tidak menikmati pemandangan di depannya. Jessica sangat bingung dengan sikap Kris barusan, sesekali ia menatap Kris di sampingnya yang sepertinya sedang menikmati pemandangan bersama Seohyun.

Tak terasa hari sudah hampir petang, Kis mengajak dua yeoja cantik bersamanya untuk menikmati beberapa kuliner. Apalagi Jessica sudah lama tidak makan makanan ala korea.

“Seohyun-ssi” panggil seseorang dari kejauhan membuat Seohyun mencari sumber suara itu. Ternyat itu ada Taeyon yang tak lain adalah tetangga Seohyun.

“annyeong haseyo..” sapa Seohyun ramah pada Taeyon.

“tidak ku sangka kita bertemu di sini..” ujar Taeyon lalu sedikit melirik kearah Kris dan Jessica. “hi, Kris” tegur Taeyon ia juga mengenal Kris karena terkadang Kris sering bermain ke rumah Seohyun saat dirinya juga sedang berada di rumah Seohyun.

“ini Jessica teman kecilku yang baru datang dari San Fracisco..” ucap Seohyun yang mengerti Taeyon ingin tahu siapa sosok yeoja di sampingnya.

“ahh.. aku lupa, ini namja chinguku” ujar Taeyon  yang hampir lupa dengan namja yang sedari tadi berdiri di sampingnya.

“Minho Imnida” namja itu memberi salam, Seohyun, Kris dan Jessica hanya tersenyum pada Minho. Tak lama setelah itu Taeyon pamit karena ia akan pulang duluan. Kris, Seohyun dan Jessica pun melanjutkan perjalan mereka dari parkiran restaurant untuk masuk ke dalam.

“aarrgghhhh” teriak Seohyun tiba-tiba.

Jessica dan Kris terkejut saat melihat Seohyun sudah terduduk lemah sembari memegang kepalanya. “Seohyun-ah, apa yang terjadi?” panik Jessica.

@Hospital

Kris dan Jessica terus saja menunggu dengan khawatirnya di depan ruangan UGD rumah sakit, tak lama kemudian eomma dan appa Seohyun pun datang.

“Jessica, apa yang terjadi pada Seohyun?” tanya Seo ahjumma tapi tak ada respon dari Jessica, tubuh Jessica terlihat bergetar itu sangat jelas karena ia terus saja memainkan jari tangannya.

“Kris, apa yang terjadi?” kali ini Seo adjumma bertanya pada Kris.

Kris hanya menggeleng lemah dan menarik nafas berat. “tiba-tiba saja Seohyun berteriak seperti kesakitan dan ia langsung tak sadarkan diri” jelas Kris dengan paniknya.

“omoya.. Seohyun-ah, ada apa denganmu?” air mata Seo adjumma mulai membasahi pipinya, Jessica juga tak sanggup melihat Seo adjumma ia pun memeluknya takut, takut jika terjadi sesuatu pada Seohyun yang masih di dalam ruang UGD.

“tadi pagi Seohyun juga tak sadarkan diri saat adjumma melihat Seohyun sudah tergeletak di lantai. Tak tahu apa yang terjadi padanya, tiba-tiba saja ia seperti ini” ujar Seo adjjussi sedih pada Kris.

Kris yang juga tak tahu harus melakukan apa, hanya mencoba menenangkan adjjussi walau dirinya juga sangat khawatir dan sedih dengan keadaan Seohyun yang tiba-tiba seperti ini.

30 menit lamanya menunggu, akhirnya dokter pun keluar dari ruangan UGD. Dengan sigap appa dan eomma Seohyun langsung menghampiri dokter itu. Kris dan Jessica juga ikut menghampiri dokter itu menunggu kabar yang akan diberikan.

“apakah anda keluarganya?” tanya dokter itu. Dengan cepat orangtua Seohyun langsung mengangguk.

“apa yang terjadi pada putri kami?” tanya Seo adjussi mewakili semuanya.

“ia terkena kanker otak stadium 3” ucapan dokter itu sangat jelas bahkan lebih dari jelas membuat semuanya tersentak kaget.

Seo adjumma tak percaya apa yang baru saja di sampaikan dokter tersebut, tangis yang sedari tadi ia tahan langsung pecah begitu saja. “andwe!! Itu tidak mungkin” histeris Seo adjumma sambil menangis terisak. Seo adjussi juga ikut bersedih walau sebenarnya ia juga ingin mengangis tapi ia tidak ingin istrinya semakin rapuh, Seo adjussi berusaha menenangkan istrinya yang sudah menangis terisak-isak dalam pelukannya.

Jessica yang juga tak percaya dengan pernyataan barusan hanya menunduk menyembunyikan tangisannya. Kris juga ikut sedih dengan kabar buruk ini terdiam mematung melihat orangtua Seohyun yang sangat sedih, ia juga melihat Jessica yang menangis. Perlahan Kris membawa Jessica dalam pelukannya, Jessica sama sekali tidak mengelak, ia benar-benar sangat sedih saat ini.

“semua akan baik-baik saja” ucap Kris pelan sambil mencoba menenangkan Jessica yang kini masih dalam pelukannya.

***

10 tahun kemudian…

 

__Seo Hyun Pov__

Udara sore ini terasa hangat dengan cahaya matahari yang sudah tampak semakin redup. Aku berjalan santai di sebuah jalan kecil komplek perumahan. Mataku tertuju pada sebuah taman kanak-kanak, aku tersenyum sembari melihat anak-anak yang bermain dengan bahagia. Ingin rasanya aku kembali ke masa saat aku masih seperti mereka. Bermain tanpa mengenal waktu, dan tak ada penghalang agar mereka bisa  bahagia.

Tidak ku sangka 10 tahun berlalu dengan sangat cepat seperti mengedipkan mata. Semejak aku pergi ke Amerika 10 tahun yang lalu, di saat aku merasa hidupku akan berakhir saat itu juga. Ya, saat aku mengetahui diriku terkena Kanker Otak. Aku merasa saat itulah akhir hidupku hingga akhirnya orangtuaku membawa ku ke Amerika untuk berobat.

Tiba-tiba sebuah bola bergiring kearah ku, ku ambil bola itu dan aku mencari sosok pemilik bola itu. Aku melihat seorang laki-laki kecil yang sedang menatapku. Tidak, aku rasa ia sedang menatap bolanya yang kini ku pegang. Aku berjalan mendekati namja kecil itu, aku mengembalikan bola itu padanya sembari tersenyum.

“gomawo..” ucapnya senang padaku, namun tiba-tiba saja wajahnya seperti mengingatkan ku pada seseorang. Otakku berfikir keras, tapi aku tidak bisa mengingat siapa sosok orang yang aku kenal yang sangat mirip dengan namja kecil ini.

“apakah kau mau bermain denganku?” aku terkejut dengan tawaran namja kecil ini. Bermain? Hahaha.. namja kecil ini seperti ingin mengajakku berkencan. Aku mengangguk menerima ajakannya sembari mengacak rambutnya geram karena namja kecil ini lucu sekali.

Tidak sepenuhnya aku fokus dalam permainan ini. Lebih tepatnya aku hanya menatap namja kecil ini yang terlihat sangat bahagia. Ia tertawa lepas kearah ku sambil melempar bolanya ke dalam ring.

“yeee” teriaknya senang saat bola basket kecil itu masuk ke dalam ring. Ya, ini hanya permainan basket untuk anak yang berusia sekita 4 tahun.

“siapa namamu?” tanyaku ramah saat kami selesai bermain dan kini sedang duduk istirahat di pinggir lapangan kecil ini.

“Wu Min Woo imnida”

Wu? Bukankah itu marga untuk orang china, aku seperti pernah mendengar nama dengan marga itu. Tapi dimana? Siapa? Ahh.. aku tidak ingat sama sekali.

“apa kau orang China?” tanyaku mencoba membuat namja yang kira-kira berusia 5 tahun ini mengerti dengan pertanyaanku.

“tidak, bukan aku tapi uri appa” jawabnya dengan wajah polos. Membuatku ingin sekali mencubit pipi chabinya itu.

“hari sudah hampir gelap, apa kau tidak pulang? Oia.. dimana rumahmu?” tanyaku mengalihkan pembicaraan membuat suasana agar namja kecil ini nyaman.

Ia hanya menunjuk rumahnya di ujung jalan. Langsung saja aku menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Ia mengangguk, sepertinya ia tidak keberatan aku mengatarnya walau rumahnya memang tidak jauh dari lapangan ini.

Kami berjalan bergandengan hingga akhirnya kami sampai tepat di depan rumah Min Woo. Aku kembali tersenyum pada Minwoo dan mengembalikan bola yang sedari tadi aku pegang.

“masuklah..” ucapku tersenyum mengacak-acak rambutnya gemas.

“ayo, masuklah” tawarnya tiba-tiba. Aku tertawa kecil, anak ini sangat pintar mencoba mengajakku singgah di rumahnya.

“tidak, aku harus pulang. Kau masuklah..” ucapku lagi menyuruhnya untuk masuk. Tapi tiba-tiba saja Minwoo menarik tanganku agar aku masuk bersamanya.

Aku sedikit segan, bagaimana jika orang tuanya menganggapku ini orang jahat. Minwoo baru saja mengenalku dan ia sudah mengajakku ke rumahnya.

—-

__Author Pov__

“eomma..” teriak Minwoo masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Seohyun seorang diri di halaman.

“ada Minwoo-ssi?” tanya Jessica yang ternyata ibu Minwoo. Minwoo terus menarik Jessica keluar untuk bertemu dengan orang yang baru saja di kenal Minwoo.

“baiklah, tapi jangan tarik tangan eomma seperti itu…” kalimat Jessica tergantung saat melihat sosok yeoja yang kini berdiri di halaman rumahnya.

Jessica tercengang dengan kehadiran Seohyun. Seperti mimpi rasanya kembali melihat Seohyun setelah 10 tahun berlalu. Jessica berfikir Seohyun telah meninggal saat di Amerika karena Seohyun tak pernah memberi kabar pada mereka. Orangtua Seohyun juga tak pernah menghubungi Jessica atau keluarga Jessica.

Seohyun tersenyum sembari melihat Jessica bersama Minwoo yang sudah berdiri di beranda rumah. Perlahan Jessica berjalan gontai mendekati Jessica untuk memastikan apakah hal ini nyata atau hanya mimpinya.

“Seohyun-ah” gumam Jessica yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Seohyun.

“Yeobo~ waeyo?” panggil seseorang dari dalam rumah karena mendengar teriakan Minwoo tadi.

“appa” teiak Minwoo memeluk appanya.

“Kris” sahut Jessica lagi dengan bergumam menatap ke arah Kris.

Kris yang masih memeluk Minwoo tanpa memerhatikan suasana sangat terkejut saat akhirnya ia menatap ke arah Seohyun dan Jessica di halaman rumahnya.

Seohyun ikut terkejut dengan pemandangan yang membingungkan itu. Perlahan ia menatap Jessica dan Kris bergantian.

“Seohyun imnida. Kau eommanya?” seru Seohyun memecahkan keheningan suasana.

Jessica sedikit tercengang saat Seohyun memperkenalkan dirinya. Dan bahkan tersenyum kepadanya.

“Seohyun-ah” gumam Kris kali ini sembari mendekati Seohyun dan Jessica masih menggendong Minwoo.

“waeyo?” tanya Seohyun bingung saat Kris dan Jessica menatapnya tak percaya.

“Seohyun-ah, apa yang terjadi padamu? Kau tak mengingatku atau pun Kris?” tanya Jessica pelan dengan antusias.

“apa maksud anda? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya. Ahh.. mianhae aku tidak ingat” ujar Seohyun kembali membuat Kris dan Jessica semakin bingung.

“kau tak mengingatku ataupun Jessica?” tanya Kris antusias.

“mianhaeyo, aku benar-benar tidak ingat” jawab Seohyun sedikit bingung.

“eomma.. appa.. wae?” tanya Minwoo dengan polosnya melihat orang tuanya dan ahjumma yang baru ia kenal itu hanya saling memandang.

***

Malam itu jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Setelah pertemuan kembali mereka dengan Seohyun. Kris ataupun Jessica masih saja duduk di ruang tengah, mereka masih sangat bingung dengan kejadian hari ini.

“apa Seohyun hilang ingatan? Aku tidak percaya ternyata ia masih hidup. Apakah itu benar-benar Seohyun” ujar Jessica pelan dengan tatapan kosong.

Kris tak bergeming sama sekali, sesekali ia hanya memainkan bibirnya sama seperti Jessica pandangannya kosong menatap meja di depannya.

“apa yang harus kita lakukan?” kali nada Jessica terdengar seperti menyesal sembari menyandarkan kepalanya di lengan Kris yang duduk tepat di sampingnya.

Kris masih tak bergeming sama sekali, ia masih tidak percaya dengan kehadiran Seohyun. Yeoja yang 10 tahun lalu juga di cintainya namun pergi ke Amerika untuk mengobati penyakit yang meninmpa dirinya. Dan saat itu pula Seohyun tak pernah memberi kabar padanya sehingga akhirnya hatinya benar-benar jatuh pada yeoja yang kini telah menjadi istrinya, Jessica.

“Kris, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin ia merasa kita mengkhianatinya” kali ini Jessica mulai terdengar menangis.

Lama tak ada jawaban dari Kris. “entahlah.. kita hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi kedepan. Apa itu benar-benar Seohyun?” ujar Kris dengan nada dinginnya.

***

__Seohyun Pov__

Dada ini terasa sesak, sakit. Bahkan sepertinya air mataku sudah habis karena sudah 4 jam aku terus menangis. APA? Aku tidak percaya, Kris dan Jessica telah menikah bahkan mereka melupakanku. Ya, melupakanku yang hampir mati di Negara lain. Kenapa? Kenapa mereka sangat jahat padaku? Aku tidak percaya orang yang aku anggap seperti saudaraku kini menyakiti hatiku. Hati ini terasa teriris-iris melihat Jessica bersama namja yang aku cintai.

Kenapa mereka tak memberitahuku tentang pernikahan mereka? Aku benar-benar kecewa pada mereka. Jessica benar-benar kejam padaku, aku tidak menyangka ia melakukan itu. Aarrgghh.. lagi-lagi dada ini terhayat sakit, perih.

Aku menyeka air mataku yang sudah membanjiri pipiku. Perlahan aku mencoba untuk menutup mata, kepala ku sudah terasa sangat berat. Dengan remang-remang karena mataku yang basah aku melirik ke arah jam dinding kamarku. Sudah pukul 11 malam tapi aku masih belum tidur, bayangan mereka masih tergambar jelas di kepalaku. Sekilas aku teringat pada Minwoo, namja kecil yang mengajakku bermain itu.

Kenapa aku sangat bodoh, kenapa aku tidak tahu bahwa wajah yang aku lihat dalam diri Minwoo itu adalah Kris. Mereka sangat mirip, aarrgghh aku kesal pada diriku sendiri tapi aku lebih kesal pada mereka. Aku terpaksa berpura-pura hilang ingatan di depan mereka, saat itu aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Aku tak ingin hatiku langsung terluka saat pertama kalinya melihat mereka kembali.

—–

Keesokan harinya, aku sengaja berjalan-jalan di sekitar taman yang dekat dengan rumah Kris dan Jessica. Terdengar suara tawa yang sangat bahagia, suara itu seperti taka sing bagiku. Mataku menyapu ke seluruh taman dan menemukan Kris, Jessica dan Seohyun yang terlihat sangat senang. Aku melihat senyum bahagia di wajah mereka lagi-lagi membuat hatiku seperti di tikam benda tajam. Namja kecil itu, Minwoo terlihat sangat senang sembari terus bermain ayunan.

“ahjumma..” aku tersontak kaget saat ternyata Minwoo memanggilku.

Dengan langkah yang kaku aku berjalan mendekati Minwoo tentu saja juga mendekati Kris dan Jessica. Aku bisa melihat reaksi Kris dan Jessica yang sepertinya sangat terkejut dengan kehadiranku. Ku coba untuk membentuk senyuman di wajahku dengan terpaksa.

“annyeong haseyo” sapa ku sambil tersenyum kepada mereka.

Kris dan Jessica kembali memberi salam padaku. Sungguh aku sangat tidak tahan dengan suasana ini. Ingin sekali aku berlari, berteriak seta menangis. Tapi hal itu tidak bisa aku lakukan saat ini karena di hadapku saat ini adalah Kris dan Jessica, orang telah mengkhianati ku.

“apa kau benar Seohyun?” tanya Jessica, sepertinya ia masih terkejut dengan kehadiranku.

Lagi-lagi aku mencoba mengeluarkan senyuman semanis mungkin dan mengangguk mantap. Sekilas aku melirik ke arah  Kris yang menatapku bahkan tanpa berkedip.

Setelah sekian menit hanya berdiri dan hanya tersenyum, kini kami duduk di sebuah bangku taman sembari memerhatikan Minwoo yang sedang bermain. Huh.. jantungku berdegup sangat kencang. Kejadian seperti ini tidak pernah terjadi lagi selama 10 tahun silam. Kami duduk bersama, ya.. namun situasi kali ini sangat berbeda dengan 10 tahun yang lalu. Dimana dulu kami adalah seorang teman dan kini… apa ini? Aku seperti orang ketiga di hadapan mereka. Kris dan Jessica kini sudah menjadi suami istri dan aku? Aku hanya yeoja yang di khianati dan kini berpura-pura hilang ingatan. Mataku panas, ingin sekali aku menangis namun dengan cepat aku menguatkan diriku lagi.

“sepertinya aku harus pergi..” ucapku dengan senyuman yang ku paksa.

“ikutlah makan malam bersama kami” tawar Jessica.

APA? Makan malam bersama mereka? Itu akan lebih membunuhku. Hati aku lebih sakit dari pada penyakitku yang menyerangku dulu.

“tidak, terima kasih” tolakku.

“ayolah, kali ini saja” timpal Kris.

Aku merasa kehilangan kekuatanku untuk menolak saat Kris yang mengajakku. Hatiku kembali teriris, ingin sekali aku mengatakan ‘Kris, aku masih mencintaimu saat ini’

—-

Akhirnya aku sampai di rumah mereka. Ya, rumah Kris dan Jessica. Mataku menyapu rumah itu, tampak mewah dan rapi. Ku lihat foto-foto pernikahan Kris dan Jessica terpanjang rapi di ruangan tengah dan saat menuju ruang makan aku melihat foto Kris, Jessica dan Minwoo terpajang rapi di sebuah meja hias. Senyuman itu tampak sangat alami dan bahagia membuatku semakin seperti di khianati.

Aku melihat Jessica yang terus menghidangkan makan malam, saat ini aku sudah duduk di meja makan bersama Kris dan Minwoo menuggu Jessica ikut bergabung. Jessica tersenyum ke arahku membuatku ingin sekali pergi dari tempat ini.

Aku mencoba membiasakan diriku, ikut membantu Jessica menghidangkan semua makanan walaupun ia sudad di bantu oleh pekerjanya. Walaupun Jessica menolak aku membantunya, aku tidak perduli aku terus membatunya menghidangkan makan malam. Sungguh, sebenarnya aku sangat merindukan Jessica, ingin sekali aku memeluknya saat ini. Tapi niat itu aku urungkan saat aku melihat Kris dan Minwoo yang sedang duduk manis di meja makan.

“eomma.. ayamku” seru Minwoo manja.

“ini ayammu..” ujar Jessica sembari menyodorkan ayam kepada Minwoo.

Lagi-lagi mereka memamerkan kebahagiaan mereka di hadapanku. Aku tak suka ini, tapi kebahagiaan itu tampak sangat indah. Aku juga tak ingin mengahancurkan keluarga ini. Tapi? Ahh kepalaku berputar keras memikirkan ini.

——

__Author Pov__

Jessica memanggil Seohyun yang masih berdiri untuk bergabung menikmati makan malam bersama ini. Kris sedari tadi hanya diam, sekilas hanya tersenyum ke arah Seohyun. Kris masih sangat tidak mengerti mengapa Seohyun tidak mengingatnya ataupun Jessica.

“tidak, aku tidak suka udang..” tolak Seohyun pelan saat Jessica ingin menuangkan udang ke piring Seohyun.

Kris yang melihat kejadian itu hanya menatap Seohyun lama, ia seperti merasakan sesuatu.

“Kris..” guman Sica saat kali ini ingin menuangkan sayuran wortel kepada Kris, namun tiba-tiba saja Seohyun langsung menahan Jessica.

“dia tidak suka wortel..”

Ucapan Seohyun barusan membuat Jessica terkejut juga bingung. Kris yang langsung memahami itu hanya diam menatap Seohyun.

“..ti..tidak, maksudku kebanyakan anak kecil tidak suka sayuran.. aku pikir kau akan memberinya pada Minwoo” elak Seohyun gugup.

“Seohyun-ah” guman Kris tiba-tiba membuat suasana saat itu menjadi hening seketika. “kenapa kau berbohong?” pertanyaan Kris membuat Jessica kali ini menatap Seohyun bingung.

“apa yang kalian bicarakan?”

“sudahlah, aku tau kau berbohong. Kau selalu ingat kalau diriku tidak suka wortel”

“ne?” Jessica benar-benar tidak mengerti, ia menatap Seohyun lama. Jessica mengangguk pelan meniyakan pernyataan Kris, jika memang ia hilang iangatan mengapa ia tahu Kris tidak suka wortel “Seohyun-ah”

“apa kalian merasa aku membohongi kalian? Lalu bagaimana denganku, apa kalian tidak membohongiku?” kali ini Seohyun membuka suara, ia sudah tidak tahan lagi dengan keadaan seperti itu.

Air mata Seohyun mulai memasahi pipinya, begitu juga dengan Jessica yang menatap Seohyun tak percaya.

“eomma…” gumam Minwoo bingung.

“Minwoo, pergilah ke belakang, minta ayam lagi pada ahjumma” ujar Kris mencoba tersenyum pada Minwoo, hal seperti ini tak seharusnya Minwoo dengarkan. Dengan langkah kecilnya Minwoo pun berjalan meninggalkan meja makan.

“Seohyun-ah” panggil Kris saat Seohyun mulai ingin meninggalkan ruangan itu.

“mianhae Seohyun-ah” lirih Jessica kali ini. “..kami fikir kau sudah meninggal karena kau atau orang tua mu tak pernah menghubungi kami”

Seohyun masih diam dalam posisi membelakangi Kris dan Jessica. Air matanya terus saja mengalir mengingat perih hatinya saat ini.

“Seohyun-ssi, kami tidak bermaksud untuk…” belum sempat Kris menyelesaikan kalimatnya Seohyun langsung meninggalkan ruangan itu tanpa berkata sepatah kata pun.

Kris tak bisa menahan kepergian Seohyun, hanya hanya diam dalam kebingungannya. Isak Jessica mulai pecah ia merasa sangat bersalah, ia menangis terduduk tak berdaya di meja makan.

***

Matahari sudah menampakkan wujudnya, terdengar lantunan bel di kediaman Kris dan Jessica. Dengan langkah sedikit gontai karena kejadian semalam Jessica berjalan menuju pintu rumahnya.

Jessica melihat seorang petugas pos memberi surat padanya. Setelah pos itu berlalu barulah Jessica kembali masuk, ia duduk di ruangan tengah membuka isi amplop surat itu.

–SKIP

@Incheon Airport

Dengan pandangan kosong Seohyun duduk seorang diri di bangku tunggu bandara, ia menunggu jadwal pesawatnya terbang ke Amerika. Ia tak ingin merasakan sakit terus menikam hatinya.

Beberapa menit menunggu akhirnya petugas bandara mengumumkan bahwa pesawat yang akan di tumpangi Seohyun akan berangkat dalam waktu 10 menit lagi. Dengan menguatkan hatinya Seohyun bangkit dari duduknya menatap ke seluruh suasana bandara. Kali ini ia akan pergi untuk selamanya dan berjaanji pada dirinya sendiri akan kembali jika ia telah menemukan tambatan baru hatinya dan melupakan perasaannya pada Kris.

“Seohyun-ah…” sebuah suara memanggil Seohyun yang hendak memasuki pintu menuju pesawatnya.

Seohyun langsung menoleh ke arah suara dan melihat Jessica, Kris dan Minwoo sedang menatapnya. Pandangan yang masih merasa bersalah. Jessica sedikit berlari untuk mendekati Seohyun.

“Seohyun-ah, mianhae.. aku tak ingin membuat mu terluka” Jessica mulai terisak, sedangkan Seohyun hanya memandang Jessica datar.

Lama di antara mereka tak ada yang bergeming, hanya saling memandang satu sama lain.

“mianhaeyo” isak Jessica lagi kini menunduk.

“jujur, aku sangat kecewa pada kalian..” ucap Seohyun pelan membuat Jessica menatapnya dengan mata berlinang. “hatiku sangat sakit..” mata Seohyun kini ikut berlinang. “tapi, aku tak ingin melihat senyum kebahagian Minwoo hilang. Dia anak yang sangat lucu..”

“Seohyun-ah” gumam Jessica.

Seohyun tak bisa melanjutkan kata-katanya, ia terisak air mata membasahi wajahnya dan akhirnya ia memeluk Jessica erat. Pelukan seorang sahabat, Jessica juga ikut membalas pelukan Seohyun tangis di antara mereka kembali terisak. Lagi-lagi Jessica meminta maaf pada Seohyun namun Seohyun hanya menggeleng dengan maksud Jessica tidak perlu meminta maaf padanya.

“ini bukan kesalahmu ataupun Kris. Ini juga salahku yang tak pernah memeberi kabar pada kalian..” ujar Seohyun pelan  masih dalam memeluk Jessica.

Pandangan Seohyun terpaku pada Minwoo yang sedang dalam pelukan Kris, Kris menatap Seohyun seolah-olah mengatakan ‘maaf dan terima kasih’ membuat Seohyun hanya tersenyum kecil. Perlahan Seohyun melepas pelukannya dengan Jessica dan berjalan mendekati Kris dan Minwoo.

“ahjumma, kenapa kau menangis?” tanya Minwoo dengan wajah polosnya. Minwoo menyeka air mata Seohyun membuat Seohyun tersenyum kecil dan memeluknya.

“mianhae Minwoo-ya” gumam Seohyun memegang lembut wajah kecil Minwoo.

“gomawo.. mianhae” kali ini Kris membuka suara menatap Seohyun dalam.

Jesssica yang hanya berdiri memandang Kris, Seohyun dan Minwoo yang kini berpelukan hanya tersenyum senang. Ia sangat bahagia karena Seohyun memaafkannya. Perlahan Jessica berjalan mendekati mereka dan ikut memeluk mereka bersama. Seperti di movie Telletubies yang sedang berpelukan begitulah keadaan Kris, Jessica, Seohyun dan Minwoo sekarang.

Pengumuman kedua kembali terdengar untuk penerbangan yang akan di tumpangi Seohyun, Seohyun melepas pelukan mereka.

“aku harus pergi..”

“apa kau tak bisa tinggal lebih lama di korea? Masih sangat merindukan mu” ujar Kris dan mendapat anggukan dari Jessica.

“tidak, aku harus pergi..”

“berjanjilah kau akan kembali..” ucap Jessica memegang erat tangan Seohyun. “..dan memberi kabar kepada kami..” sambungnya lagi. Seohyun tersenyum mengisyaratkan bahwa ia berjanji ia akan memberi kabar pada mereka.

“tapi aku akan kembali setelah aku menemukan hatiku yang baru..” ujar Seohyun tersenyum lembut menatap kris.

Kris tertawa kecil mendengar ucapan Seohyun, sedangkan Jessica tidak cemburu sama sekali dengan ucapan Seohyun.

“baiklah.. aku pergi” Seohyun berjalan menjauh dari Kris dan Jessica. Sesekali ia menoleh kebelakang menatap Kris dan Jessica sendang melihatnya sembari tersenyum.

“ahjumma.. hati-hati” teriak Minwoo dengan suara lucunya membuat Seohyun ikut tertawa kecil dan melambaikan tangan ke arahnya.

Begitu lah akhir dari cerita cinta dan persahabatan ini. Seohyun tak ingin melihat senyum di wajah Minwoo hilang. Sementara Jessica dan Kris kini kembali hidup bersama Minwoo, hidup yang benar-benar hidup tak ada rasa penyesalan ataupun pengkhianatan.

__END__

untuk readers yang baca, harap kritik dan saran..

don’t be silent readers, OKAI? ^^

Advertisements
 

Tags: , , , ,

14 responses to “3 LOVE

  1. Hyunris..

    August 1, 2013 at 8:14 am

    tisu mana tisu… parah, ffnya ngena banget.., feel nya, euhh sampe nangis gini mbacanya… T_T ,, author minta berapa jempol?? , ini udah nggak bisa di nilai lagi.. keren thor keren.. keep writing !!

     
    • HikariWorld

      September 18, 2013 at 9:33 am

      gomawo ^^
      ahh
      author gk minta banyak jempol, cerita author udah di baca plus di komen dan buat pembacanya senang. author udh ikut seneng bgt

      terima kasih 🙂

       
  2. Jung Wyn Ah

    August 5, 2013 at 3:19 pm

    Reblogged this on K-POP Fanfiction.

     
  3. nur adila arazi

    August 6, 2013 at 4:26 pm

    Huaaaa T_T keren thorr!!! Buat aku nagis T__T good job buat authornya (y)

     
    • HikariWorld

      September 18, 2013 at 9:25 am

      gomawo chingu udah baca dan komennya ^^

       
  4. imaginatorgirl

    August 13, 2013 at 1:06 am

    waaaa galau deh 😦
    ayo min baca juga ff di blog ku 😀

     
  5. love JJ forever

    November 1, 2013 at 9:13 am

    Wah terharu sama ceritanya, minta tisu donk T_T
    Kisah cinta yg mengharukan & berakhir bahagia ^o^

     
    • HikariWorld

      November 5, 2013 at 10:28 am

      thanks for read and comment ^^

      #kasih tisu

       
  6. ryta zaa

    March 24, 2014 at 10:09 am

    asiiiikkkk.. aku suka krissica… hehehee

     
    • HikariWorld

      March 25, 2014 at 4:34 am

      terima kasih sudah baca dan komentar 🙂

       
  7. sinca23

    July 24, 2014 at 4:14 pm

    keren thorr….. daebakkkk

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: